Rabu, 16 Maret 2016

Teh Ninih: Tiga Kekurangan dalam Mendidik Anak

Usia remaja juga disebut-sebut sebagai masa pencarian jati diri. Karenanya, pada usia tersebut sangat diperlukan pendampingan khusus dari orangtua agar anak tidak “tersesat”. Kali ini, Teh Ninih menyampaikan tausiahnya tentang kekurangan orangtua dalam mendidik anak remaja di depan para ibu santri SMP Daarut Tauhiid, Sabtu (5/3) pada acara pengajian muslimah.

Mendidik anak terutama pada usia remaja memiliki tantangan tersendiri bagi setiap orangtua. Semakin besar anak, maka semakin besar pula tantangan dan peran orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Pada usia remaja, seorang anak akan mengalami beberapa perkembangan seperti fisik, penalaran, kemampuan berfikir, dan perkembangan emosi.

Usia remaja juga disebut-sebut sebagai masa pencarian jati diri. Karenanya, pada usia tersebut sangat diperlukan pendampingan khusus dari orangtua agar anak tidak “tersesat”. Kali ini, Teh Ninih menyampaikan tausiahnya tentang kekurangan orangtua dalam mendidik anak remaja di depan para ibu santri SMP Daarut Tauhiid, Sabtu (5/3) pada acara pengajian muslimah.

Bertempat di Aula SMP Daarut Tuhiid, Teh Ninih mengungkapkan tiga kekurangan yang biasa dimiliki para orangtua. Pertama, kurang waktu. Selain menjadi lebih dekat dengan orangtuanya, waktu efektif yang diberikan orangtua kepada anaknya dapat membuat anak senang. Anak akan merasa diperhatikan dan berpikir bahwa orangtuanya akan selalu ada untuknya.

Kedua, kurang ilmu. Jika ada waktu lebih untuk anak, alangkah lebih baiknya jika ditambahkan dengan ilmu. Menurut Teh Ninih, salah satu contoh kurangnya ilmu yakni suka membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. “Misalnya membandingkan seorang adik dengan kakaknya di hadapan keduanya. Bisa-bisa nanti ada dengki di antara mereka,” tuturnya.

Ketiga, kurang contoh. Anak usia remaja sangat membutuhkan figur yang nyata dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam keluarga, ibu dan ayah adalah contoh nyata bagi anak tersebut. “Kalau anak marah-marah, seharusnya kita introspeksi diri. Jangan-jangan ibunya yang suka marah-marah sehingga anak mencontoh perilaku tersebut,” tambah Teh Ninih.
 



PPDB Siswa Baru T.A 2017-2018

Sabtu, 28 Januari 2017

PPDB SMP DTBS PUTRA More

Dua santri akhwat raih Juara 2 dan 3 Lomba Kalighrafi se-Jabar More

7-21 April 2018, sebanyak 11 orang santri SMP DTBS Putri mengikuti program Perth Immersion 2 More



© 2023 smpdtbs All rights reserved.